Apakah forex judi menurut hukum Islam

Square

Apakah forex judi? Dalam Islam, perjudian (bahasa Arab: ميسرtranslit. maisîr, maysir, maisira‎ atau قمار qimâr), dilarang (bahasa Arab: haram‎). Maisir dilarang oleh hukum Islam (syariah) dengan alasan bahwa “perjanjian antara pemain yang didasarkan pada bujukan berbuat kejahatan yang diada-adakan oleh harapan yang sepenuhnya angan-angan dalam pikiran para pemain bahwa mereka akan mendapatkan keberuntungan hanya dengan bertaruh nasib belaka, tanpa pertimbangan untuk kemungkinan kerugian”.

Baik qimar dan maisir mengacu pada permainan peluang, tetapi qimar adalah sejenis (atau bagian) dari maisir. Penulis Muhammad Ayub mendefinisikan maisir sebagai “berharap sesuatu yang berharga dengan mudah dan tanpa membayar kompensasi yang setara untuk itu atau tanpa bekerja untuk itu, atau tanpa melakukan tanggung jawab terhadapnya dengan cara permainan peluang”. Sumber lain, Faleel Jamaldeen, mendefinisikannya sebagai “perolehan kekayaan secara kebetulan (bukan karena usaha)”. Ayub mendefinisikan qimar sebagai “juga berarti menerima uang, keuntungan, atau menggunakan barang dengan biaya orang lain, memiliki hak atas uang atau manfaat dengan menggunakan kesempatan”; sementara Jamaldeen sebagai “permainan peluang”.

Al-Quran dan Al-Haditz melarang judi

Disebutkan dalam Al-Quran bahwa permainan bertaruh nasib, termasuk maisir, adalah “dosa besar” dan “perbuatan keji Setan”. Hal ini juga disebutkan dalam hadis.

Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya.”Quran, 2:219 (Al-Baqarah)

Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat, maka tidakkah kamu mau berhenti?Quran, Surah 5:90-91 (Al-Maidah)

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah: Nabi bersabda, “Barangsiapa di antara kalian yang berkata ketika bersumpah, ‘Demi Al-Lātta dan Al-Uzza,’ maka hendaknya mengucapkan, ‘Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; Dan barangsiapa berkata kepada temannya, ‘Kemarilah, aku akan bertaruh untukmu,’ maka hendaknya ia bersedekah.”Sahih Bukhari, Kitab 78 (Laknat dan Sumpah), hadits 645

Referensi : Wikipedia

Apakah forex judi? Buya Yahya menjawab

Baca juga Trading forex saham menurut KUHP dan Fatwa forex oleh MUI,

 

Leave a Reply